Beberapa Pengakuan Dokter Aborsi

Aborsi atau Cara Menggugurkan Kandungan banyak di lakukan oleh wanita yang sedang hamil, akan tetapi kehamilan tersebut tidak di kehendaki oleh wanita tersebut, mungkin mempunyai masalah dengan kehidupan mereka dengan alasan hasil pemerkosaan, hubungan gelap, menghambat karir, atau yang sangat di anjurkan untuk digugurkan, yaitu yang membahayakan calon ibunya ataupun bayi yang ada di kandungan, dari itu mereka melakukan aborsi dengan alasan-alasan seperti kami sebutkan tadi.

Pengakuan Dokter Aborsi

Abortion sendiri memiliki banyak metode dalam proses pengguguran janin.
  1. Urut atau Pijat
  2. Dengan Operasi Pembedahan.
  3. Memakan makanan yang bisa menyebabkan keguguran.
  4. Atau yang sekarang ini banyak yang menggunakan Obat Aborsi karena lebih praktis dan rahasia.
Dari jenis metode pengguguran kandungan yang di lakukan wanita yang paling banyak adalah dengan menggunakan obat, karena kerahasian mereka sangat terjamin. Sebagian juga ada yang pergi ke dukun urut atau ke klinik dengan di tangani langsung pada dokter spesialis aborsi dan di bawah ini beberapa pengakuan dari dokter tentang aborsi.

Waktu pertama kali melakukan pengguguran, saya merasa menjadi seorang pembunuh. Tetapi saya melakukannya lagi, lagi dan lagi, dan 20 tahun kemudian saya menjadi kebal terhadap suara hati nurani. Yah, saya perlu uang. Karena itu adalah pekerjaan yang mudah maka saya terpaksa melihat para wanita sebagai hewan dan bayi-bayi itu sebagai kumpulan daging belaka." (dokter NN)

Mula-mula kami melakukan pengguguran pada janin-janin kecil…sehingga detakan-detakan jantung dan geraknya tak begitu nyata. Saya pikir janin-janin berumur 15-16 minggu itu tentu belum bisa merasa apa-apa. Tanpa sadar, kami mulai melakukan pengguguran terhadap janin-janin besar. Tiba-tiba waktu kami menyuntikkan cairan garam, kami melihat ada gerakan-gerakan dalam rahim. Pasti ini adalah janin yang menderita akibat menelan cairan garam, ia menendang-nendang dengan panik dalam keadaan sekarat. Kami menghibur diri dengan mengatakan bahwa itu hanya disebabkan oleh kontraksi otot-otot rahim saja. Tapi, jujurnya hal ini menekan batin kami, sebab sebagai dokter kami mengerti betul bahwa bukan itu yang sebenarnya terjadi. Kami telah melakukan pembunuhan." (Dr. John Szenens)

Saya mengalami banyak kesukaran dalam perasaan saya karena pengguguran di masa lalu. Suatu hari saya memasuki ruangan dimana mereka menyimpan janin-janin itu sebelum dibakar. Janin-janin itu dikumpulkan dalam wadah-wadah, seperti ayam potong yang dijual di pasar. Saya menjenguk ke dalam wadah di depan saya. Di dalamnya ada bayi kecil telanjang, berlumuran darah. Ia berwarna merah keungu-unguan karena memar dan wajahnya tegang, menderita sekali sebab dipaksa untuk mati terlalu cepat." (Susan Lindstrom)

Saya tidak suka dengan ide aborsi. Menurut saya, ketika sperma membuahi sel telur ia sudah menjadi seorang manusia. Mungkin belum terlihat bentuk manusianya tapi ia sudah hidup dan sedang memulai suatu proses pematangan dari bagian-bagian yang sebenarnya sudah ada sejak pembuahan. Terkadang saya berpikir daripada diaborsi, lebih baik ia dilahirkan dan diadopsi oleh orang lain. Betapa mengherankan bila dipikir, disatu sisi banyak pasangan yang sudah menikah begitu rindu ingin punya anak dan bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan seorang anak, namun disisi lain ada orang yang membuang, seakan-akan janin itu hanyalah onggokan daging belaka. Saya mengerti, banyak faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan dan membantu melakukan aborsi. Namun apa pun alasannya, di mata Tuhan itu salah." (Dr. Kartini, Jakarta)

Itu saja yang bisa kami sampaikan tentang Beberapa Pengakuan Dokter Aborsi yang kami dapatkan dari situs sebelah yang memaparkan pengakuan dari dokter tentang aborsi.

0 komentar:

Posting Komentar